Peraturan Resmi FIBA Permainan 3x3 Januari 2019
Diterjemahkan oleh: Ibnu Susilo
Peraturan Pertandingan basket FIBA yang terakhir
diterbitkan ini berlaku untuk semua situasi dalam pertandingan yang tidak
secara khusus disebutkan dalam peraturan permainan 3x3 berikut ini dan
interpretasi resmi didalamnya.
Art. 1 Lapangan dan Bola
1.1 Pertandingan dilangsungkan di lapangan basket 3x3 dengan 1 ring basket.
Lapangan
3x3 biasanya memiliki ukuran lapangan 15m (lebar) x 11m (panjang).
Lapangan harus memiliki standar lapangan basket
dengan zona bermain, termasuk free throw
line (5.80m), two-point line (6.75m)
dan area “no- charge semi-circle” yang
terletak dibawah ring basket. Setengah dari lapangan tradisional dapat
digunakan untuk bertanding.
1.2 Bola resmi 3x3 wajib digunakan untuk semua kategori pertandingan.
Catatan:
1. pada level grassroots, 3x3 dapat
dimainkan dimana saja; garis lapangan – apabila
ada digunakan –harus diadaptasi berdasarkan tempat yang tersedia; namun demikian
pertandingan resmi FIBA 3x3 harus sepenuhnya menggunakan spesifikasi di atas
termasuk ring basket dengan shot clock yang terpasang pada ring.
2. Pertandingan Resmi FIBA 3x3 adalah:
Olimpiade, Piala dunia 3x3 (termasuk U23 dan
U18) Zone Cups (termasuk U18) dan 3x3 World Tour.
Art. 2 Tim
Setiap tim
wajib terdiri dari 4 pemain (3 pemain inti dan 1 pengganti)
Catatan:
Pelatih dalam arena dan atau adanya instruksi coach jarak jauh dari area tempat
duduk penonton tidak diperbolehkan.
Art. 3 Petugas Pertandingan
Petugas
pertandingan terdiri dari 2 wasit dan 3 petugas meja
Note:
Artikel 3 tidak berlaku untuk pertandingan level grassroots.
Art. 4 Permulaan Permainan
4.1. Kedua tim
harus melakukan pemanasan secara bersamaan sebelum pertandingan dimulai.
4.2. Metode
pelemparan koin (coin flip) akan
digunakan untuk menentukan team mana yang akan mendapatkan ball possesion pertama kali. Team yang memenangkan pelemparan koin
(coin flip) dapat memilih untuk
menggunakan ball possesion-nya pada
awal pertandingan atau pada saat mengawali overtime
yang mungkin dapat terjadi.
4.3. Pertandingan wajib dimulai
dengan 3 pemain untuk setiap team berada di lapangan.
Catatan: Artikel 4.3 tidak diwajibkan untuk events grassroots
Art. 5 Skoring
5.1. Setiap tembakan dalam arc diberikan 1 poin.
5.2. Setiap tembakan di belakang arc diberikan 2 poin.
5.3. Setiap free throw yang berhasil diberikan 1 poin.
Art. 6 Waktu Permainan / Pemenang Pertandingan
6.1. Waktu permainan adalah sebagai berikut: satu periode terdiri dari 10
menit. Waktu akan dihentikan pada saat bola mati dan free throws. Waktu akan
dimulai lagi setelah pertukaran bola selesai dilakukan (segera setelah berada
di tangan pemain
penyerang).
6.2. Namun
demikian Tim yang berhasil mencetak 21 poin atau lebih sebelum waktu
pertandingan habis adalah tim yang memenangkan permainan. Peraturan ini hanya
berlaku pada waktu pertandingan normal (bukan saat adanya overtime).
6.3. Jika pada akhirnya
kedua tim memiliki score yang sama atau seri, maka akan ada pemberian tambahan
waktu. Jarak waktu sebelum overtime dimulai adalah 1 menit. Tim yang lebih dulu
mendapatkan 2 poin pada overtime memenangkan pertandingan.
6.4. Tim akan
kalah secara “forfeit” apabila sampai batas waktu yang telah ditentukan tim
tersebut tidak dapat hadir di arena dengan 3 orang pemainnya. Dalam kondisi
tersebut, skor dalam pertandingan akan ditandai dengan w-0 or 0-w (“w” untuk
win).
6.5. Tim akan langsung dinyatakan kalah “default”
apabila tim tersebut meninggalkan lapangan sebelum akhir permainan atau semua
pemain dari tim mengalami cedera
dan/atau diskualifikasi. Dalam situasi tersebut,
tim pemenang dapat memilih untuk mempertahankan skornya atau memenangkan
pertandingan secara forfeit, dimana tim
yang kalah
akan diberikan skor 0 dalam kasus apapun.
6.6. Tim yang kalah karena default atau forfeit
akan didiskualifikasi dari kompetisi.
Catatan:
1. Jika jam pertandingan tidak tersedia
maka lama waktu dan poin yang diperlukan untuk sudden death akan dilakukan sesuai kebijakan penyelenggara. FIBA
merekomendasikan menentukan score limit sesuai
dengan durasi pertandingan (10 menit/10 poin; 15 menit/15 poin; 21 menit/21
poin).
2. Artikel
6.4 tidak diwajibkan untuk events grassroots
Art. 7 Fouls (Pelanggaran)/Free throws
7.1. Sebuah tim akan berada dalam situasi penalty
apabila telah melakukan 6 kali foul.
Seorang
pemain tidak dikeluarkan dari pertandingan berdasarkan jumlah personal foul
7.2. Jika sebuah
tembakan untuk mencetak angka gagal, Fouls
yang dilakukan pada saat shooting didalam
arc akan dihukum dengan 1 free throw, dan apabila fouls dilakukan di luar arc akan dihukum dengan 2 free throw.
7.3. Jika sebuah tembakan untuk mencetak angka berhasil, Angka dihitung dan penembak harus mendapatkan tambahan 1 free throw.
7.4. Unsportsmanlike and disqualifying fouls dihitung
sebagai 2 team fouls. Unsportsmanlike pertama oleh pemain akan dihukum dengan 2
free throws namun tanpa ball possession. Semua disqualifying fouls(termasuk 2
Unsportsmanlike oleh pemain) harus selalu diberi hukuman 2 free throws dan ball
possession
7.5 Team Fouls ke- 7, 8 dan 9 akan selalu dihukum dengan 2 free throws. Team
Fouls yang ke- sepuluh dan foul selanjutnya akan dihukum dengan 2 free throws
dan ball possession. Klausul ini berlaku juga untuk unsportsmanlike fouls dan
foul yang terjadi saat shooting sehingga mengesampingkan poin 7.2 dan 7.3. dan
7.4.
7.6 Semua technical fouls akan selalu diberi hukuman 1 free throw. Setelah 1
free throw pertandingan akan dilanjutkan dengan:
• Jika technical foul dilakukan oleh pemain
bertahan, shot clock untuk lawan akan di reset menjadi 12 detik
• Jika technical foul dilakukan oleh pemain
menyerang, shot clock untuk tim tersebut akan dilanjutkan dari saat waktu
dihentikan.
Catatan:
Offensive foul tidak akan dihukum dengan free throw.
Art. 8 Bagaimana Bola Dimainkan
8.1. Mengikuti
setiap tembakan yang masuk, atau free
throw terakhir (kecuali yang diikuti ball
possession):
- Seorang pemain dari tim yang tidak mencetak
angka akan melanjutkan permainan dengan dribbling
atau passing bola dari dalam
lapangan dibawah ring (bukan dari belakang garis) ke posisi di lapangan
dibelakang arc.
- Tim defense tidak diperbolehkan untuk
memainkan bola pada “ no charge semi
circle “ di bawah ring.
8.2. Mengikuti setiap tembakan mencetak angka yang tidak berhasil atau pada free throw
terakhir
(kecuali yang diikuti ball possession):
- Jika tim offense melakukan rebound,
maka dapat melanjutkan usaha untuk mencetak angka tanpa harus mengembalikan
bola ke belakang arc.
- Jika
tim defense melakukan rebound, maka bola harus kembali
kebelakang arc
terlebih
dahulu (baik dengan passing atau dribbling).
8.3. Jika tim defense berhasil melakukan steal atau
block , bola harus dikembalikan keluar arc (dengan passing atau dribbling).
8.4. Posisi bola
diberikan kepada tim manapun setelah situasi bola mati harus dimulai dengan check- ball, contoh pertukaran bola
(antara pemain defense dan offense) di atas lapangan diluar arc.
8.5. Seorang
pemain dianggap berada di belakang arc apabila baik kedua kaki tidak ada pada
bagian dalam ataupun tidak menginjak arc.
8.6. Dalam situasi jump ball, tim defense akan mendapatkan hak penguasaan atas bola
Art. 9 Mengulur Waktu
9.1. Mengulur
atau gagal bermain secara aktif (tidak ada usaha mencetak skor) akan dianggap
sebagai pelanggaran.
9.2. Jika di lapangan dilengkapi dengan shot
clock, tim harus berusaha untuk mencetak skor dalam waktu 12 detik. Waktu
akan dimulai ketika bola berada di tangan pemain dari tim offense (mengikuti pertukaran yang dilakukan dengan pemain tim defense atau setelah skoring di bawah
ring basket)
9.3 Ini adalah pelanggaran, jika
setelah bola clear pemain offense melakukan dribbling di dalam arc dengan membelakangi atau menyamping ke arah
ring selama lebih dari 5 detik.
Catatan:
Jika lapangan permainanan tidak dilengkapi dengan shot clock dan tim tidak
berusaha untuk melakukan serangan ke arah ring, wasit harus memberikan
peringatan dengan cara menghitung 5 detik terakhir.
Art. 10 Pergantian Pemain
Pergantian pemain dapat dilakukan oleh tim
manapun ketika bola menjadi mati, sebelum check-ball
atau free throw. Pemain pengganti
dapat memasuki permainan setelah rekan satu timnya melangkah keluar dari
lapangan dan adanya kontak fisik yang dilakukan. Pergantian hanya dapat
dilakukan pada belakang garis akhir berseberangan dengan ring dan hal ini
tidak
memerlukan tindakan dari wasit atau petugas meja pertandingan.
Art. 11 Time-outs
11.1. Setiap tim diberikan kesempatan satu kali time-out. Pemain manapun dapat meminta
time-out pada situasi bola mati.
11.2. Dalam kasus
produksi TV, penyelenggara dapat memutuskan untuk menerapkan dua TV time-outs yang akan di-ambil pada
situasi bola mati pertama setelah jam pertandingan menunjukkan 6:59 dan 3:59
pada semua pertandingan.
11.3. Semua time-outs mempunyai durasi waktu 30 detik.
Catatan: time-outs dan pergantian pemain dapat dilakukan pada situasi
bola mati dan tidak dapat dilakukan pada keadaan bola hidup sesuai poin 8.1.
Art. 12 Penggunaan Materi Video
12.1. Sejauh tersedia, Instant Replay System ("IRS") dapat digunakan
oleh wasit selama pertandingan untuk meninjau:
1. Pencatat skor atau tidak
berfungsinya jam permainan atau jam waktu kapan saja selama pertandingan.
2. Jika tembakan terakhir untuk mencetak
angka pada akhir waktu bermain reguler
dilepaskan
tepat waktu dan/atau apakah tembakan tersebut dihitung 1 atau 2 poin.
3. Situasi apapun dalam 30 detik terakhir
dari waktu bermain reguler atau saat perpanjangan waktu.
4. Challenge atas permintaan tim.
12.2. Dalam kasus protes tim (Art. 13), materi video resmi hanya dapat
digunakan untuk memutuskan apakah tembakan terakhir untuk mencetak angka pada
akhir permainan dilepaskan saat masih dalam waktu permainan dan/atau apakah tembakan tersebut
dihitung 1 atau 2 poin.
Catatan: Permintaan Challenge
hanya akan dimungkinkan di pertandingan Olimpiade, Piala Dunia (hanya kategori
Terbuka) dan World Tour dan juga jika dimungkinkan oleh peraturan kompetisi
masing-masing dan tergantung pada ketersediaan IRS.
Art.13 Prosedur Protes
Jika tim percaya bahwa
kepentingannya telah terpengaruh oleh keputusan wasit atau dalam situasi apa
pun yang terjadi selama pertandingan, itu dapat ditindak lanjuti dengan
prosedur sebagai berikut:
1. Seorang pemain dari tim
itu harus segera menandatangani score sheet di akhir pertandingan dan sebelum
wasit menandatanganinya.
2. Dalam 30 menit, tim harus
memberikan penjelasan tertulis tentang kasus ini, serta uang jaminan 200 USD
kepada Pengawas event. Jika protes diterima, uang jaminan akan dikembalikan.
Art. 14 Peringkat Tim
Baik dalam
grup dan di keseluruhan peringkat kompetisi (Selain peringkat dalam tours)
peraturan
klasifikasi ini berlaku.
Bila tim telah mencapai posisi yang sama dalam
kompetisi dan seri, tahapan untuk menentukan peringkat harus sesuai dengan
urutan berikut ini:
1. Paling banyak menang
(atau rasio kemenangan dalam kasus jumlah pertandingan yang tidak seimbang pada
perbandingan inter-pool)
2. Perbandingan head-to-head (hanya menggunakan poin
menang atau kalah dalam pertandingan dan berlaku dalam petandingan satu grup
saja);
3. Jumlah poin rata-rata
terbanyak (tanpa mengindahkan score kemenangan dari forfeits).
Jika
setelah melalui 3 tahap masih berada dalam posisi yang sama, tim dengan seeding
tertinggi
memenangkan pertandingan.
Peringkat tur (dimana tur adalah serangkaian
turnamen yang berkaitan) akan dihitung untuk tours yang diikuti, yaitu baik
pemain (jika pemain bisa membuat tim baru di setiap turnamen) atau tim (jika
pemain terikat dalam satu tim untuk keseluruhan tur). Peringkat tour akan
ditentukan sebagai berikut:
i. Peringkat pada event terakhir atau
sebelumnya, yang menjadikannya lolos kualifikasi untuk masuk ke tur final;
ii. Peringkat Tur berdasarkan poin yang berhasil
dikumpulkan untuk hasil akhir peringkat
disetiap pemberhentian tur.
iii. Kemenangan terbanyak dalam tur(atau rasio
kemenangan dalam kasus jumlah pertandingan yang tidak sama)
iv. Rata-rata paling banyak mencetak angka
(tanpa mengindahkan score kemenangan dari forfeits).
v. Penentuan
unggulan yang bertujuan untuk tie-breaking
akan dilakukan secara bersamaan sebelum event dengan seeding yang spesifik
disetiap event
Terlepas
dari ukuran turnamen, poin tur diberikan di setiap turnamen tur bertujuan untuk
menentukanperingkat:

Catatan:
Penentuan unggulan tur dilakukan dengan semua
tim yang berpartisipasi dalam tur tanpa memandang apakah mereka akan bermain
atau tidak di event berikutnya.
Art. 15 Peraturan Penentuan Unggulan
Penentuan tim ungulan berdasarkan korelasinya
dengan poin peringkat tim (jumlah dari keselurahan poin yang dimiliki oleh 3
pemain yang memiliki terbaik dalam tim). Dalam kasus poin peringkat tim yang
sama, seeding akan ditentukan secara
acak sebelum dimulainya kompetisi.
Catatan:
Dalam kompetisi tim Nasional seeding dilakukan
berdasarkan peringkat federasi di
3x3.
Art. 16 Diskualifikasi
Semua pemain yang melakukan dua kali unsportmanlike foul (tidak di berlaku
pada technical foul) akan didiskualifikasi
oleh wasit dari pertandingan dan dapat didiskualifikasi oleh penyelenggara dari
event tersebut.
Terlepas dari itu, penyelenggara harus
mendiskualifikasi pemain karena tindakan kekerasan, agresi secara fisik maupun
verbal, intervensi yang merusak hasil pertandingan, pelanggaran
pada peraturan FIBA Anti-Doping (Buku 4 dari FIBA Internal Regulations) atau
pelanggaran dari kode etik FIBA (Buku 1, Bab II dari FIBA Internal Regulations).
Penyelenggara juga dapat mendiskualifikasi
seluruh tim dari event tergantung dari kontribusi anggota tim lainnya (termasuk
yang bukan aksi) terhadap perilaku yang tersebut di atas.
FIBA memiliki hak untuk memberikan sangsi
dibawah sistem kewenangan dari event, ketentuan yang berlaku dalam play.3x3.com dan FIBA Internal Regulations tetap tidak
terpengaruh dari diskualifikasi apapun dibawah
Artikel 16.
Art. 17 Adaptasi untuk kategori U12
Adaptasi
peraturan yang direkomendasikan untuk kategori U12 adalah sebagai berikut:
1. Bila memungkinkan, keranjang dapat
diturunkan ke 2.60m.
2. Tim
pertama yang mencetak skor pada overtime memenangkan
pertandingan.
3. Tidak menggunakan shot clock; apabila tim tidak terlihat
berusaha melakukan serangan ke dalam ring, wasit harus memberikan peringatan
dengan menghitung 5 detik terakhir.
4. Situasi penalty tidak berlaku, maka pelanggaran
diikuti oleh check-ball, kecuali bagi
foul dalam usaha melakukan tembakan, technical
fouls dan unsportmanlike fouls.
5. Tidak
ada time-out yang diberikan.
Catatan:
Fleksibilitas yang ditawarkan dari catatan pada pasal 6 dapat diaplikasikan
apabila dianggap sesuai.
SELESAI
Komentar
Posting Komentar